Belum lama ini, saya melihat sebuah pertunjukan musik di sebuah televisi swasta. Bagi saya pertunjukan musik ini kurang biasa. Sebuah pertunjukan musik yang menampilkan beberapa macam aliran musik dan beberapa band. Ada yang dari label mayor, ada juga yang dari label independent. Tidak seperti yang sudah-sudah, ketika televisi hanya menampilkan band-band dari label mayor saja, tetapi ini juga berasal dari indie label. Dan mungkin untuk masyarakat kita secara umum, band-band yang berasal dari label independent belum cukup dikenal. Yah seperti itulah industri musik, atau musik industri? Tetapi pada kenyataanya group band yang berasal dari indie label juga mempunyai “masa” yang cukup banyak lho. Pertunjukan malam itu begitu meriah. Penonton/masa dari band yang didominasi oleh anak muda, berdisko,berjoget dan menari dengan girang, atraktif dengan dandanan serta aksesoris yang menarik.(meski jenis musik yang dimainkan beberapa band berbeda, tetapi penonton tetap menikmati jalannya pertunjukan dengan gembira).

….Sekelumit cerita pendek untuk mengawali cerita panjang saya kali ini.

Perkembangan kebudayaan di Indonesia saat ini sepertinya melukiskan grafik yang cukup menarik. Pengaruh budaya dari luar yang masuk ke Negara kita bisa dikatakan sangat besar. Baik itu dari musik, pendidikan, pola hidup, atau sampai kepada hal yang paling sepele,”gaya bicara”.Tetapi sepertinya kurang diimbangi dengan kemampuan selektifitas bangsa ini. Yaah, contoh kecil adalah cerita saya tadi, jika group band tersebut menjadi faforit, maka semua yang ada pada diri mereka akan diikuti oleh fans mereka. Model rambut, pakaian,kebiasaan hidup dan yang lainnya. Memang, tidak ada hak untuk melarang para fans untuk melakukan semua hal itu. Tetapi kita juga harus melihat kedalam, kita juga punya identitas budaya yang harus tetap dipertahankan. Ataukah ini hanya menjadi sebuah trend? Jika hanya sebuah trend, seperti apa gaya anak muda tahun 2015. Pasti beda donk!

Tidak bisa tidak, sebuah budaya dan pola kehidupan masyarakat pasti akan bergeser seiring dengan berjalannya waktu. Tetapi bukan berarti kehilangan identitas, mungkin itu intinya. Tinggal kita yang menetukan akan dibawa kemana dan seperti apa budaya kita ini.

Bangsa kita memang mempunyai sifat khas yang sulit hilang. Yaitu budaya meniru. Banyak yang menyebutnya “latah”. Walaupun itu adalah hal yang wajar pada sebuah tatanan kehidupan manusia. Seperti ilustrasi diatas, meskipun jenis musik berbeda, penonton tetap menikmati dan berjoget serta berdandan( kebetulan dandanan ini mulai booming pada kaum muda negara ini) yang hanya di miliki secara khas oleh jenis musik tertentu saja, yang pada pertunjukan musik itu hanya satu band yang mengusung genre musik tersebut.

Jadi bangsa kita ini sebenarnya mempunyai sifat budaya latah atau latah budaya? Jika latah budaya mungkin bisa hilang dengan berjalannya waktu, tetapi jika latah menjadi sebuah budaya……..?

 

words by self