You are currently browsing the daily archive for April 1st, 2007.
Pertamakali saya mengungkapkan salah satu isi hati saya ini, banyak orang yang mengernyitkan alisnya ke saya. What the f**k you say! Apalagi ide ini pernah akan menjadi tema sebuah pameran desain (tapi akhirnya gagal total sih karena anggotanya blabalablaababaabjabahaabhaghaglblblblbl……..susah ngomonginnya!). Kata temenku, “jangan sok munafik lo uk! lo kan juga orang yang berhubungan erat sama media, apa nanti malah gak jadi boomerang buat lo. Gimana nanti kalo lo mo nyari kerja?gimana kalo orang media gak percaya sama kita?ato gimana kalo temen-temen kita pada protes karena banyak yang dari kita juga entertainer”. Dan saya hanya menjawab,”kamu ngerasa gak kalo dengan apa yang kamu lakukan kepada masyarakat itu membodohi mereka?dengan desain kamu,nyanyianmu mungkin,performance art kamu dan lain sebagainya yang berhubungan antara kegiatan kamu dan masyarakat. Kalo kamu gak merasa membodohi mereka ya gak usah kawatir, just keep going on your way (inggrise bener gak nih, aku Cuma niru niru dari film film luar lho!). apa gak lebih munafik kalo sebenarnya kita gak seneng sama sebuah program hiburan (di tvlhah, radio ato di panggung sekalipun) kita justru mensukseskannya hanya karena tuntutan profesi, pekerjaan ato alasan yang semacam itu lainnya?” Trus temen laen juga ada yang ngomong , “wah bisa juga tuh pemikiranmu, sebagai orang yang bergerak di dunia yang tak jauh dari dunia hiburan setidaknya kita juga punya sedikit hati untuk menjadi orang baik……”. Dan terjadilah pertempuran argumentasi yang semakin seru…………………………
Tadi hanyalah ilustrasi kecil dari sebuah kejadian kecil yang pernah saya alami dahulu kala. Ketika saya masih luthu-luthunya lho……
Permasalahnnya adalah mengenai seberapa bagus sih kualitas hiburan yang beredar pada masyarakat luas belakangan ini.melalui media Televisi,Koran,radio ato media massa lainnya. Meskipun sifatnya hanya menghibur, program program hiburan bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat lho…
(sebelumnya bagi temen-temen yang baca tulisan ini otaknya jangan mendidih dulu, baca dengan sabar dan seksama, kalo marah lekas ucapkan Istighfar ato minta pertolongan Tuhan supaya atinya jadi adem lagi.).Memang, menghibur itu pada dasarnya merupakan sesuatu yang positif. Tapi bagaimana jika sebuah program hiburan di berikan kepada masyarakat dengan kondisi pola pikir yang berbeda? Sbgai contoh seperti apa perkembangan sinetron di Negara ini?eiittt…bukan berarti sinetron kita gak mutu. Masih banyak sinetron kita yang bagus-bagus koq! Dengan banyaknya sinetron ada juga yang kualitasnya yaaaaaaaaa…..gitu deeeh. Trus acara itu mempengaruhi pola pikir atau system kehidupan masyarakat kita gak?kalo iya dan itu berdampak kurang baik ato sedikit negatif mungkin perkataan saya diatas (yang digunakan sebagai judul) mungkin ada benarnya kali ya? Banyak yang mengatakan kalo sebuah program hiburan di buat karena ada permintaan dari msyarakat. Mungkin melalui penelitian,survey lapangan dan sebagainya. Tapi menurut saya itu tidak 100% benar. Pada awalnya mungkin masyarakat membutuhkan hanya sebagai kebutuhan tersier saja(penghilang rasa stress, pengin ketawa ,pengin jogged dsb), tapi lama kelamaan program hiburan itu semakin menjadi saja dan muncul lagi program sejenis pada media yang lain muncul lagi dan muncul lagi sehingga menjadi sebuah makanan harian(karena bangsa kita kayaknya suka meniru, begitu ada sesuatu yang menarik dan lagi rame maka berbondng bondonglhah orang untuk menirunya.).
dengan adanya program hiburan dengan jenis yang sama dan di produksi secara massal oleh banyak media,masyarakat justru malah seperti di pakssa untuk menikmati hiburan itu(menurut saya lho!) Iya kalo yang suka, lha kalo yang enggak?…Jumlah banyak dengan kualitas yang sama ,kayaknya juga enggak mungkin deh….
Masyarakat mungkin sudah merasa bosan tetapi apa mau dikata wong adanya yang disediain juga hiburan itu, ya nikmati saja……..
Tapi tak jarang muncul orang orang dari kumpulan masyarakat yang sedikit kritis melihat fenomena ini dan tentu saja mereka akan membuat kritik pada dunia hiburan.
Intinya bahwa kita juga harus jeli dan kritis menerima segala bentuk hiburan yang ada di sekitar kita .
Coba stel tv anda lalu nonton program hiburan ato baca majalah hiburan pikir bener-bener, jenis hiburan itu gimana…lalu apakah ada yang aneh dengan pikiran anda, ato anda bosen dengan tayangan yang itu-itu saja?…jika iya mungkin anda akan mengalami pikiran seperti saya, tapi kalo gak dan merasa biasa saja…ya gak apa-apa wong Cuma hiburan koq.
Kalo baca tulisan ini samakan saja dengan kita menonton spongebob mungkin dibalik kata kata bodohnya ada makna yang berarti buat kita……..kan Cuma hiburan….
Bravo hiburan kita…bravo entertainer Indonesia….
Words by self

komentar